Mengetahui Riwayat Hadits Shahih dan Dha'if


الحمد لله رب العالمين ، والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين ، أما بعد:

Segala puji hanyalah milik Alloh Pemelihara Alam Semesta, Sholawat dan Salam semoga senantiasa terlimpahkan atas Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan seluruh sahabat beliau. Adapun setelah itu :
Berikut ini merupakan kaidah-kaidah yang mesti dilalui oleh seorang peneliti hadits atau pengkritik (nuqad) ketika menghukumi suatu hadits akan keshahihan atau kedha’ifannya.
Ketahuilah –semoga Alloh merohmatiku dan anda- bahwa menghukumi suatu hadits, baik itu keshahihan atau kedha’ifannya, melalui dua cara :

Cara Pertama : menghukumi sanad zhahirnya saja tanpa menilai matannya.
Cara kedua : menghukumi sanadnya secara bathin1, dimana di sini matannya juga dihukumi (atau dengan kata lain, menghukumi hadits secara keseluruhan).

1 Diantara yang dilontarkan oleh adz-Dzahabi dari hadits-hadits Mustadrak karya al-Hakim : ”Sesungguhnya di dalam kebanyakan hadits-hadits di dalam zhahirnya baik atas syarat salah satu atau kedua-duanya [Bukhari – Muslim, pent.], dan di dalam bathin-nya memiliki suatu illat (penyakit) yang khofiyah (samar/tersembunyi) yang mu’atstsaroh (dapat mempengaruhi)” Siyaru A’lamin Nubalaa’ (XVII/174)


Sumber: http://dear.to/abusalma

0 komentar:

Post a Comment